TONGGAK SEJARAH !
(Awal Berdirinya SD NEGERI MAINDU)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
PERTAMA, kami mengucap syukur Alhamdulillahirobbil Alamin segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat, ridho, hidayah dan inayahnya berupa kesehatan jasmani maupun rohani sehingga kami dapat memberikan informasi mengenai berdirinya SD Negeri Maindu.
KEDUA, Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi Agung Nabi Besar Muhammd SAW yang telah menunjukkan, mengarahkan dan mengantarkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang, yakni dengan segala ajaran agama islam.
Yang kami hormati, kami taati seduoooyyyoo Bapak/Ibu para pendahulu, Bapak Kepala Desa Maindu beserta jajaran perangkatnya, Poro Yai dan Bu Nyai, Bapak/Ibu Sesepuh, Tokoh Masyarakat dan Warga Desa Maindu, Bapak/Ibu Komite Sekolah, Bapak/Ibu Paguyuban Wali Murid, Bapak/Ibu Dewan Guru dan semua para siswa siswi yang kami banggkan.
Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim........
Kami riwayatkan sejarah berdirinya SD NEGERI MAINDU (Inlandsch Volkschool Maindoe 1916)
SD NEGERI MAINDU
Adalah nama salah satu lembaga Pendidikan tingkat Dasar urutan bangunan SEKOLAH DASAR ke-6 se-Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Propinsi Jawa Timur, yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Dan sudah berdiri selama lebih dari 1 abad, yakni tepatnya ± tahun 1916 silam pada masa penjajahan Kolonial Belanda. Terletak di tengah-tengah Desa yang bersebelahan dengan MASJID AGUNG AL-FALAH Desa Maindu dan menghadap ke-Timur. Tepatnya yakni beralamat di Jl. Masjid No. 88, RT.03 / RW.03 Desa Maindu, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi JAWA TIMUR.
SD Negeri Maindu yang awal mulanya masih bernama INLANDSCH VOLKSCHOOL MAINDOE, dibangun dan didirikan di seberang jalan tengah desa, sebelah kanan / selatan bangunan Gedung SD Negeri Maindu yang sekarang / saat ini, atau TEPATNYA DI LAHAN / RUMAHNYA Bapak Satiman / sebelah selatan lahan / bekas rumah Almarhum Bpk (Modin) / Ibu Sujani. Karena saat itu terkendala masalah tanah / lahan yang ditempati bangunan Sekolah adalah milik Perseorangan bukan milik sekolah, jadi bangunan SD Negeri Maindu dipindahkan di tanah GG / tanah milik Desa ke seberang jalan (GEDUNG SD sekarang) yang besebelahan dengan Masjid, yang dulu konon katanya dari informasi narasumber atau sesepuh desa (orang yang dituakan) adalah sebagai tempat ARAKAN / tempat yang disucikan karena persis di ditengah²nya terdapat grumbul yakni POHON DARA yang artinya KESUCIAN, dan pada saat itu sangat dikeramatkan oleh warga Desa Maindu.
Nah, Sekolah yang dulunya bernama INLANDSCH VOLKSCHOOL MAINDOE atau artinya SEKOLAH RAKJAT MAINDOE, ini kami ketahui dari buku Induk yang ada di lembaga SD Negeri Maindu yang menggunakan bahasa Belanda, yakni buku Induk dengan urutan yang terlama disini menerangkan dengan jelas bahwa tertulis :---------------------------------------------
BIJLAGE IV
Afdeeling Lamongan
District Lengkir
( INLANDSCH VOLKSONDERWIJS )
daftar Moerid-Moerid VOLKSCHOOL
Segala Moerid Sekolah Desa Maindoe
Tahoen 1916
---------------------------------------------
adapun NAMA LEIKSAONDERWIJRER (Kepala Sekolah pada Zaman itu) :
- Raden Ardjowidjojo (Ngali Moersodjo) asal Boerno/Burno-BOJONEGORO Tahun 16 Agustus 1916
- Mas Oerip (Moeljodihardjo) asal Soegijo / Sugio-SUGIO Tahun (tulisan tidak jelas kertas lapuk)
- Mas Sastrowidjojo (Oesir) asal Kalen / Lengkir-KEDUNGPRING Tahun (tulisan tidak jelas kertas lapuk)
- Mas Sastrowinoto (Soekadi) asal Babad / Babat-BABAT Tahun 05 Juli 1919
- Soemohardjo (Soemardjo)
- Sastrowidjojo (Sair) asal Kedungpring-KEDUNGPRING
- Martadihardjo (Soeradji)
- Raden Notowidjaja (Ngalimoeshahar)
- Sastrowidjojo (Sair) asal Kedungpring-KEDUNGPRING
- Sastrowasito
- Djojodihardjo (Soedarmo) asal Lamongan-LAMONGAN
- Djojosoedirjo
- Plartowirdjo Tahun 09 Februari 1928
---------------------------------------------
NAMA MOERID saat itu MASOEK tanggal 10 Agustus 1916 :
- Moersid Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Rantam Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Kasim Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Nasir Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Madjenang
- Soeradi Oemoer : 15 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Rebo Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Soeratman Oemoer : 15 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Mikin Oemoer : 15 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Idjan Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : Blawi
- Kadi Oemoer : 15 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Sitas Oemoer : 15 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Karso Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Samin Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Talang Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Ngasrip Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Karsono Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Kasmidjan Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Lasimin Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : Sokomalo
- Saniman Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Seman Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Boeloemargi
- Mangki Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Dima Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Baroen Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Sokomalo
- Kasdoeri Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Kasan Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Juri Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : Boeloemargi
- Dajoeng Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : Gempolanjar
- Saedjan Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Kisa Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Kadjam Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Garis Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Sadimin Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Djala Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Karsam Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Sarpin Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Samidjo Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Midja Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Maridja Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Samidja B. Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Marka Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : Madjenang
- Edi Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Samidjan Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Sidobogem
- Erdjan Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : Banjaranjar
- Ewidjan Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Kasijan Oemoer : 11 th Klas : 1 Asal : Blawi
- Kamidja Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Ngasiman Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Niti Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Maedja Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Targit Oemoer : 12 th Klas : 1 Asal : Blawi
- Sare’an Oemoer : 09 th Klas : 1 Asal : Sokomalo
- Siram Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Sisam Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : Maindoe
- Nata Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Drema Oemoer : 14 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Simban Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Paeman Oemoer : 08 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Djaridin Oemoer : 09 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Saeda Oemoer : 09 th Klas : 1 Asal : Boeloemargi
- Tardji Oemoer : 09 th Klas : 1 Asal : Sokomalo
- Saimin Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : Sidobogem
- Moekadi Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : Sokomalo
- Kasmadi Oemoer : 13 th Klas : 1 Asal : (Idem)
- Tasmidjan Oemoer : 10 th Klas : 1 Asal : (Idem)
Dari 64 siswa/murid SD Negeri Maindu saat itu hanya 33 yang mendapat certificate / LULUS, sedangkan sisanya gagal / idem / tinggal kelas / TIDAK LULUS, Meninggal, Bekerja pada Belanda, dan pindah ke Sekolah GOUVERNEMENT BELANDA
Namun dari semua itu kami masih menelusuri keabsahan pastinya TANGGAL, BULAN dan TAHUN kapan SD Negeri Maindu ini berdiri, dengan mencari saksi-saksi hidup / mantan / bekas siswa / murid sekolah ini pada saat itu yang masih hidup, meski kecil kemungkinan ada seorang siswa lulusan SD Negeri Maindu angkatan 1916 yang masih hidup, namun kami tetap berusaha untuk mengumpulkan semua informasi maupun data konkrit sekolah ini sedikit demi sedikit.
Karena melihat dari angkatan siswa / murid pertama pada (Buku Induk) tahun masuk tertanggal 10 Agustus 1916. Maka, kami masih merasa bahwa mungkin juga insyaAllah SD Negeri Maindu tercinta ini berdiri sebelum tahun 1916 bahkan lebih lama lagi. Nah yang unik lagi sejak tahun 1916 s/d 1924 HANYA ada 7 siswa / murid yang berjenis kelamin WANITA / PEREMPUAN. Ini mungkin akibat dampak dari tekanan para PENJAJAH yang tidak memperkenankan seorang WANITA / PEREMPUAN bersekolah / mengenyam pendidikan atau bahkan juga karena alasan yang lain.
Nah, sudah jelas bagi kami bahwa bukti (buku Induk) tersebut bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, sehingga sepatutnya kami bangga pada para Guru-guru Pengajar dan Masyarakat desa Maindu terdahulu akan dedikasi yang ditunjukkan dan diberikan kepada SD Negeri Maindu tercinta ini. Karena berkat beliau-beliaulah SD Negeri Maindu ini masih tetap berdiri kokoh hingga saat ini.
Semoga dengan kelebihan yang ada pada SD Negeri Maindu ini menjadi kekuatan bagi kami dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Negara serta segala bentuk kekurangan yang ada pada SD Negeri Maindu ini menjadi motivasi, pendorong dan penyemangat kami dalam mendidik dan membimbing putra-putri generasi bangsa yang tercinta, khususnya siswa-siswi SD Negeri Maindu semoga Allah SWT senantiasa mengabulkan do'a-do'a kami semua AAMIIN…….
KETIGA, Kiranya demikian sedikit ulasan tentang sejarah berdirinya SD Negeri Maindu, Kami atas nama Keluarga Besar SD Negeri Maindu, mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh Masyarakat baik LULUSAN maupun ALUMNUS SD Negeri Maindu yang sudah banyak mendukung dan membantu kami dalam pengumpulan informasi. Saran/masukan dari panjenengan semua akan kami jadikan bahan untuk pertimbangan dan perbaikan. dan, Dari lubuk hati yang paling dalam kami / saya (mewakili) mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam penyajian informasi tentang sejarah SD Negeri Maindu ada kekeliruan, kekurangan maupun kelebihan, kami hanya manusia biasa yang tidak luput dari segala khilaf dan dosa. Dan pada dasarnya kami hanya melihat bukti yang ada yang insyaALLAH sesuai dengan fakta sebenarnya dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar